Home » » 7 Instruksi SBY untuk Kasus Lapas Tanjung Gusta

7 Instruksi SBY untuk Kasus Lapas Tanjung Gusta

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan instruksi kepada Menko Polhukam Djoko Suyanto terkait kasus kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gustan Medan, Sumatra Utara.

Dalam arahannya SBY memberikan tujuh instruksi khusus dalam penangan kasus Lapas Tanjung Gusta yang harus diselesaikan dalam kurun waktu tiga hari kedepan.

"Hasil rapat dan koordinasi dengan presiden. Ada langkah-langkah ke depan, yaitu pertama terkait over capacity diinstruksikan untuk merelokasi ke lapas-lapas lain tidak harus di Medan," ujar Djoko dalam keterangan persnya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (13/7/2013).

Selain itu, SBY juga menginstruksikan untuk merehabilitasi fasilitas-fasilitas lapas, khususnya perkantoran dan infrastrukturnya untuk segera diperbaiki. Presiden menilai, perkantoran di lapas perlu penambahan pengamanan.

"Ketiga Presiden menginstruksikan Kapolri diminta guna menambah anggotanya dalam pengamanan," imbuhnya.

Instruksi keempat yang disampaikan SBY dalam rapat tersbatas tadi yakni meminta kepada seluruh aparat keamanan khususnya Kemenkumham untuk mengejar para napi yang melarikan diri.

"Langkah berikutnya diminta kepada Kapolri untuk membentuk tim investigasi yang mendalam apakah memang murni karena ketidakpuasan napi masalah listrik dan air, atau ada unsur-unsur yang lain. Ini yang akan terus diselidiki," ucap Djoko.


Spoiler for 7 Instruksi SBY untuk Kasus Lapas Tanjung Gusta:


Lebih lanjut, Djoko mengatakan, terkait kejadian di Lapas Tanjung Gusta, Presiden juga memerintahkan Menkumham dan seluruh Lapas di Indonesia untuk meningkatkan pengamamanan, terutama yang terkait dengan infrastruktur d n kebutuhan-kebutuhan dasar napi.

"Ketujuh terkait dengan PP No 99 Tahun 2012, presiden memerintahkan membuat aturan pelaksanaan yang jelas. Karena jika hanya mengacu pada PP 99 tak akan cukup untuk memberikan kejeraan kepada para napi. Contoh PP ini diberlakukan tidak retroaktif (berlaku surut)," ungkapnya.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.