Home » » 3 Opsi TS Untuk Mengubah Sistem Tata Cara Pra-Caleg

3 Opsi TS Untuk Mengubah Sistem Tata Cara Pra-Caleg

Banyak survey dan penelitian tentang motivasi seseorang ingin mencalonkan diri menjadi Caleg yang hasilnya adalah hampir semua orang yang men-Caleg-kan dirinya secara psikologis bermotivasi Kekuasaan, Materi, dan Jabatan. Hanya sepersekian persen yang benar-benar mendedikasikan dirinya menjadi wakil rakyat yang benar-benar total membangun bangsa tanpa menghiraukan kepentingan kehidupan pribadinya.

Era Demokrasi membuat semua orang menjadi "BEBAS" berbicara dan berpendapat termasuk mencalonkan dirinya menjadi Calon Legislatif. Sehingga banyak yang salah kaprah akan arti Demokrasi yang sebenarnya.

Dari beberapa kasus korupsi, fitnah, mencemooh satu sama lain bahkan kasus-kasus asusila yang dilakukan pejabat-pejabat baik di legislatif maupun di eksekutif membuat TS berfikir bahwa ada yang salah dengan sistim yang digunakan pemerintah untuk syarat dan ketentuan mencalonkan diri menjadi Caleg.

Atas nama Demokrasi, semua orang bebas mencalonkan diri dan pemerintah tidak terlalu ketat melakukan seleksi (menurut TS). Sehingga sulit mendapatkan Caleg yang punya loyalitas dan integritas tinggi untuk membangun Bangsa.

Menurut TS, perlu ada seleksi yang ketat untuk semua Caleg baik di daerah maupun di pusat layaknya seleksi ketat saat mencalonkan diri menjadi presiden, komisaris BUMN, Direksi BUMN, dan Menteri-menteri, seperti:

1. Menjalani Fit And Propertest sebelum men-Caleg-kan diri. Selama ini fit and propertest dilakukan setelah sudah menjabat.
2. Menelusuri riwayat hidup keluarga termasuk riwayat aset kekayaan pribadi dan keluarganya. Hal ini untuk menghindari praktek kolusi bahkan korupsi.
3. Memeriksa berkas dan dokumen-dokumen semua riwayat pendidikan seakurat mungkin sehingga tidak ditemukan Anggota Dewan yang punya ijazah "Tembakan".

Mungkin membutuhkan biaya yang besar untuk menerapkan sistem seleksi seperti yang TS usulkan, tapi paling tidak negara bisa meningkatkan kualitas mental dan kemampuan para Caleg yang akan dipilih rakyat atau meminimalisir orang-orang yang kurang tepat yang duduk di posisi yang penting.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.