Home » » Bagaimana caranya TELKOMSEL bertahan hidup dan meraup keuntungan to the MAX?

Bagaimana caranya TELKOMSEL bertahan hidup dan meraup keuntungan to the MAX?

Telkomsel
Telkomsel Si Penyedot Pulsa
Senin, 27 Januari 2014 | 15:18 WIB

Saya adalah pelanggan baru layanan internet Telomsel Flash sejak Agustus 2013, karena di kota Kupang, tempat saya tugas saat ini, hanya layanan internet dari Telkomsel yang dapat berjalan dengan baik. Namun, di masa yang singkat tersebut, saya telah dua kali dikecewakan oleh pihak Telkomsel.

Pertama terjadi pada medio November 2013. Setelah sebelumnya berlangganan dengan sistem beli-putus, pada Oktober 2013 saya memutuskan untuk berlangganan paket Flash Optima Rp 60 ribu untuk 3 GB data per bulannya, dengan pertimbangan paket akan diperpanjang otomatis pada akhir periode sehingga saya tidak perlu repot-repot melakukan perpanjangan manual.

Namun kenyataan berbicara sebaliknya. Pada saat akhir periode, keesokan paginya saya mendapat notifikasi bahwa mendapatkan paket data harian gratis. Merasa curiga, saya lalu memeriksa pulsa dan bonus data. Benar saja, pulsa saya telah terpotong Rp 24 ribu, dan paket yang katanya otomatis diperpanjang ternyata tidak diperpanjang. Pada saat itu saya tidak mengajukan komplain karena telah mengikhlaskan pulsa tersebut sebagai infak kepada pihak Telkomsel.

Tidak ingin kejadian serupa kembali terulang, saya memutuskan untuk kembali membeli paket internet dengan sistem beli-putus dan tidak berlangganan. Di sinilah kekecewaan saya yang kedua terjadi. Seperti biasa, saya mendapat notifikasi bahwa paket internet saya akan habis pada 25 Januari 2014.

Seperti biasa juga, saya melakukan pengisian pulsa senilai Rp100 ribu sehingga pulsa saya pada saat itu sebesar Rp162.282. Malam harinya sebelum tidur, seperti biasa, saya mematikan mobile data di ponsel saya sekitar pukul 23.00 wita agar tidak melakukan koneksi internet selepas pukul 23.59 dengan pemikiran saya akan melakukan pembelian paket baru esok pagi.

Namun ketika saya akan melakukan pembelian paket keesokan harinya, alangkah terkejutnya saya ketika mendapatkan notifikasi bahwa pulsa saya tidak mencukupi untuk melakukan pembelian tersebut. Segera saja saya memeriksa pulsa, dan benar saja, pulsa saya yang senilai Rp 162.282 tadi raib entah kemana, tanpa sisa satu rupiah pun. Merasa tidak puas, saya segera menghubungi layanan pelanggan 188 untuk membuat pengaduan pada tanggal 26 Januari 2014 sekitar 8 s.d. 8.30 wita.

Namun tanggapan yang saya terima tidak memuaskan saya. Operator yang melayani saya bahkan seperti menyudutkan saya dengan mengatakan bahwa saya tidak melakukan prosedur dengan benar. Sebagai catatan, telah dua kali saya melakukan prosedur yang sama sebelumnya tanpa ada masalah, tanpa ada pulsa yang terpotong. Kenapa kali ini terjadi? Operator pun member janji bahwa laporan saya akan segera ditindaklanjuti, dengan maksimal 3x24 jam.

Saya juga dijanjikan dapat memonitor perkembangan esok harinya, karena si operator member janji bahwa laporan saya akan segera ditindaklanjuti. Hari ini, tanggal 27 Januari 2014, saya mencoba memonitor perkembangan laporan saya, namun operator yang menerima berkilah dan mengatakan bahwa saya akan mendapatkan jawaban pada 29 Januari 2014.

Sungguh layanan yang sangat mengecewakan. Kehilangan pulsa sebesar itu sangat tidak layak dilayani dan direspons dengan lambat, karena pulsa sebesar Rp 162.282 tersebut sangat berarti bagi rakyat kecil seperti saya.

Hingga sore hari, tidak ada tanda-tanda pulsa saya dikembalikan, dan tidak ada respons lebih lanjut dari pihak Telkomsel. Sehingga dengan sangat terpaksa, saya memasukkan keluhan saya melalui surat pembaca Kompas.com ini, dengan harapan pihak Telkomsel dapat memberikan perhatian yang layak.

Dapat dibayangkan bukan bila Telkomsel melakukan hal yang sama kepada 1% dari seluruh pelanggannya, tanpa ada kejelasan? Sungguh bukan suatu cara yang elegan untuk meraup keuntungan dengan mengorbankan orang lain.


0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.