Home » » [BUKAN BANJIR] Alat Kelamin Anak Laki-Laki Obesitas "Tenggelam", Atasinya?

[BUKAN BANJIR] Alat Kelamin Anak Laki-Laki Obesitas "Tenggelam", Atasinya?



OBESITAS pada anak merupakan masalah yang serius jika tidak ditangani. Hal ini karena obesitas dapat menempatkan anak pada risiko tinggi terhadap penyakit tidak menular saat dewasa, seperti diabetes, stroke, dan penyakit jantung.

Lantas, bagaimana kita bisa mengenali gejala-gejala anak mengalami obesitas? Dokter Spesialis Gizi, RSAB Harapan Kita, Dr. Laila Hayati, M. Gizi, SpGK menjelaskan beberapa gejala klinis yang menandakan anak mengalami obesitas.

�Salah satu gejala klinisnya adalah tungkai pada anak bengkok. Tulang yang menahan beban berat badan berlebih bisa menjadi bengkok, tetapi ini terjadi pada anak-anak,� jelasnya pada acara "Masalah Nutrisi pada Anak dan Penanganannya" di Oria Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2014).

Selain itu, Dr. Laila juga mengatakan bahwa anak laki-laki yang mengalami obesitas juga biasa seperti memiliki payudara. Masih terkait dengan obesitas pada anak laki-laki, menurut Dr. Laila, terkadang orangtua tidak menyadari anaknya mengalami obesitas dan baru mengetahuinya ketika akan sunat.

�Ketika akan sunat, maka terlihat alat kelamin pada anak laki-laki seperti tenggelam atau masuk ke dalam. Itu bukan alat kelaminnya yang mengecil, tetapi lemak yang naik sehingga seperti terlihat mengecil,� jelasnya.

Lantas, bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Dr. Laila mengatakan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu menurunkan berat badan atau menambah tinggi anak laki-laki tersebut.

�Kalau beratnya menjadi ideal, apakah itu dengan diturunkan berat badannya atau menambah tinggi badannya, maka bisa kembali seperti semula karena penambahan tinggi badan bisa berperan,� tambahnya.

Sementara untuk mendiagnosis apakah anak Anda obesitas atau tidak dapat dilakukan dengan sebuah perhitungan. Perhitungannya, BMI adalah berat badan (kg)/tinggi badan (m2). Jika hasilnya di atas 95 percentiles, maka anak obesitas. Jika hasilnya di atas 85 percentiles, maka anak mengalami gizi berlebih.

LINK : http://health.okezone.com/read/2014/...gelam-atasinya
=======================================================

Bukan salah jokowi....

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.