Home » » Cara Sukarno Cegah Banjir di Jakarta

Cara Sukarno Cegah Banjir di Jakarta



Sejumlah banjir besar melanda Jakarta di 20 tahun pertama kemerdekaan. Misalnya, banjir pada Februari 1960. Grogol, Jakarta Barat, menjadi kawasan terparah terdampak banjir.

Banjir mulai jadi perhatian. Namun, akibat keterbatasan dana, Pemerintah Daerah DKI Jakarta hampir tak berdaya mengatasinya. Pemerintah pusat pun turun tangan. Melalui Keputusan Presiden Sukarno No. 29/1965 pada 11 Februari 1965, dibentuk Komando Proyek Pencegahan Banjir DKI Jakarta, disingkat "Kopro Banjir", sebagai badan yang khusus menangani masalah banjir di Jakarta.

Pada intinya, ada dua titik fokus Kopro Banjir. Pertama, Proyek Hilir. Ini terkat normalisasi sungai-sungai di Jakarta. Termasuk pengerukan serta pembongkaran bangunan yang menghambat aliran air sungai.

Proyek hilir ini mencakup normalisasi Sungai Cideng dan Sungai Krukut. "Sungai ini perlu dinormalisasi untuk mengamankan pengalirannya di daerah kota sehingga airnya dapat dimasukkan ke Waduk Pluit," tulis Restu Gunawan dalam Gagalnya Sistem Kanal: Pengendalian Banjir Jakarta dari Masa ke Masa.

Banjir juga mengerjakan proyek hilir berjangka pendek, antara lain pengerukan Kali Angke, Sungai Pesanggrahan, Sungai Grigol, dan pembuatan saluran Muara Karang.

Hal yang juga penting adalah penataan sungai, dengan mengadakan ruang terbuka di tepi sungai selebar 6 meter agar air berjalan lancar. Juga memperbaiki tanggul serta pintu air, merawat saluran pembuangan air, serta mengeruk sampah di sungai.

Kedua, Proyek Hulu. Ini mencakup pembuatan Waduk Tebet, Waduk Melati, dan Waduk Surabaya. Pembuatan Waduk Tebet didasarkan pada pikiran bahwa Tebet merupakan daerah permukiman baru yang belum dipikirkan sistem pembuangan airnya.


Dari jaman dulu sampai hari ini masalah ini belum ada solusinya. Semoga kedepan akan ada satu terobosan baru yang akan merubah sejarah banjir di ibukota. Kalo di inget-inget cuma Sukarno lah sang presiden yang pernah sudi untuk ngurusin banjir di jakarta. bantah?

sumur

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.