Home » » GENERASI MUDA MASA KINI BERESIKO KETERGANTUNGAN TV DAN KOMPUTER GAN

GENERASI MUDA MASA KINI BERESIKO KETERGANTUNGAN TV DAN KOMPUTER GAN

Jakarta, Para orang tua yang sibuk seringkali membiarkan anak-anaknya untuk mencari hiburan dengan menonton TV ataupun bermain komputer. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa generasi muda masa kini berisiko mengalami ketergantungan terhadap TV dan layar komputer seumur hidupnya.

Masalahnya, para psikolog telah mewanti-wanti bahwa kecanduan yang terus meningkat ini dapat menimbulkan kerusakan pada tubuh, terutama otak.

Statistik terbaru menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja berusia 12-15 tahun rata-rata menghabiskan waktu lebih dari 6 jam sehari di depan layar.

Yang mengejutkan adalah angka tersebut hanya menggambarkan aktivitas nonton TV di rumah saja, belum termasuk penggunaan komputer di sekolah atau gadget seperti smartphone pada waktu-waktu senggang.

Terkait dengan itu, seorang ilmuwan dari Inggris, Dr. Aric Sigman ingin agar TV dilarang bagi balita dan anak-anak mendapatkan jatah nonton TV secara rasional. Ia pun berniat melarang para orang tua untuk menggunakan teknologi sebagai sarana 'mengasuh anak' yang disinyalir memberikan pengaruh kesehatan yang buruk bagi anak-anaknya.

Dr. Sigman dan studi dari peneliti lain juga telah mengaitkan banyaknya waktu yang dihabiskan anak-anak di depan layar dengan masalah kesehatan, termasuk obesitas, kolesterol tinggi dan tekanan darah, kesulitan memperhatikan sesuatu dan penurunan kemampuan berhitung dan membaca, begitu juga dengan gangguan tidur dan autisme.

Hal itu bisa saja disebabkan oleh masalah sederhana seperti makan berlebihan dan kurangnya olahraga atau perubahan hormon yang berdampak pada berkurangnya kemampuan untuk memperhatikan sesuatu dan berkonsentrasi.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa reaksi otak terhadap permainan komputer sama halnya dengan reaksi otak terhadap narkoba dan alkohol.

Dr. Sigman berencana mengabarkan hasil penelitiannya itu dalam konferensi Royal College of Paediatrics and Child Health di Glasgow.

"Terlepas apakah anak-anak ataupun orang dewasa yang kecanduan pada teknologi layar atau tidak, banyak dari mereka yang terlalu banyak menggunakan teknologi dan mengalami ketergantungan yang tidak sehat terhadap hal itu," ujarnya seperti dilansir dari dailymail, Selasa (22/5/2012).

Dr. Sigman juga ingin agar TV tidak diletakkan di kamar tidur karena ia percaya anak-anak yang otaknya masih berkembang seharusnya tidak diperkenankan menonton TV sama sekali.

Pada anak-anak usia 3-7 tahun, jatah nonton TV dan bermain komputernya harus dibatasi menjadi 1,5

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.