Home » » (Hot News )Satpol PP Vs Satpol PP

(Hot News )Satpol PP Vs Satpol PP

Merdeka.com - Bentrok antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar melawan Satpol PP Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berlangsung mencekam, Selasa (28/1) sore. Bahkan mobil dinas Bupati Kampar Jefry Noer jadi target kejaran Satpol PP Rohul.

Mobil Toyota Cygnus berplat merah nomor BM 1 F yang ditumpangi Bupati Jefry Noer lari ke Desa Tanah Datar (Desa konflik) dikejar satpol PP Rohul saat berupaya diamankan ke tempat lebih aman. Untungnya, mobil mewah itu tidak sampai terkena amukan Satpol PP Rohul.

Bentrok itu pecah berawal ketika personel Satpol PP Rohul melempari batu ke arah Satpol PP Kampar. Mendadak hujan batu membuat suasana mencekam. Sementara kubu Satpol PP Kampar tidak memberikan perlawanan. Bahkan mereka lari tunggang langgang menyelamatkan diri untuk menghindari lemparan batu.

Hujan batu terjadi tak lama setelah Bupati Jefry Noer memberi pengarahan kepada para personel Satpol PP Kampar, di depan rumah Kepala Desa Tanah Datar, Fatlan (versi Kampar). Ia meminta agar personel Satpol PP Kampar tidak bertindak provokatif.

Saat itu, Jefry menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial berupa pengobatan dan donor gratis serta gotong royong, diubah menjadi acara kecil-kecilan. Rencananya, Pemkab Kampar akan menggelar kegiatan akbar di Desa Tanah Datar, Rabu (29/1) besok. Kegiatan HUT Kampar ke-64 itu pun akan dihadiri oleh Menteri Sosial RI Salim Assegaf Al-Jufri.

"Lebih baik kita mundur selangkah untuk menang 10 langkah," kata Bupati Jefry. Setelah menyampaikan arahan itu, Jefry masuk ke rumah Kepala Desa itu.

Tiba-tiba datang serangan dari Satpol PP Rohul. Sehingga, Bupati Jefry sempat terkurung di rumah Kades Fatlan. Kerusuhan itu baru bisa reda setelah mendapat tindakan dari personel Brimob Polda Riau. Polisi berhasil mengamankan puluhan senjata tumpul.

Kapolres Rohul AKBP Onny Trimurti Nugroho menyebutkan, ada tujuh unit mobil yang rusak terkena lemparan batu.

"Ada 7 mobil yang rusak akibat lemparan batu dalam bentrok tersebut,"kata Ony singkat.

Sebelumnya, sekitar 150 personel Satpol PP Rohul sudah disiagakan di daerah perbatasan tersebut sejak Senin (27/1) lalu. Sebaliknya, ratusan personel Satpol PP Kampar juga menyiagakan pasukan sejak Senin (27/1) malam.

Polres Rohul juga telah menerjunkan 2 pleton atau 60 personel sejak Senin (27/1) malam.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo kepada wartawan mengatakan, sebanyak 220 personel Polda Riau itu terdiri dari 60 personel Polres Kampar, 60 personel Polres Rohul dan 100 personel BKO Brimob Polda Riau. "Anggota kita siagakan sampai situasi benar-benar aman dan kondusif," jelas Guntur.

Menurut Guntur bentrok itu berawal ketika masyarakat Kabupaten Kampar ingin melakukan suatu kegiatan, namun datang anggota Satpol PP dari Kabupaten Rohul menghalang-halanginya.

"Lalu datang anggota Satpol PP Kampar berhadapan dengan Satpol PP Rohul, sehingga terjadi bentrokan dan diikuti oleh masyarakat hingga terjadi lempar-lemparan," kata Guntur.

Beruntung bentrok cepat dihadang dan diselesaikan oleh anggota Dalmas dari Polres Kampar yang berada di lokasi. "Saat ini anggota kami di lapangan masih mencari siapa dalang dari kerusuhan tersebut," kata Guntur.

Agar bentrok tidak terulang lagi Guntur mengimbau kepada masyarakat baik dari Kampar maupun Rohul jangan mudah terpancing dengan provokasi dan jagalah emosi.

"Untuk itu mari kita musyawarahkan dan kita selaku Muspida siap membicarakannya," pungkasnya.

Suasana tidak kondusif sebenarnya mulai kelihatan sejak Senin malam. Sejumlah anggota Satpol PP Kampar ditugaskan untuk mendirikan tenda kegiatan bakti sosial. Namun, pendirian tenda itu mendapat hadangan oleh warga bersama Satpol PP Rohul.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.