Home » » Pembalap Indonesia ini Cantik dan Berprestasi. Salut [No Jebmen]

Pembalap Indonesia ini Cantik dan Berprestasi. Salut [No Jebmen]





Sabrina Sameh namanya. Gadis yang baru menuju usia 20 tahun ini tergabung di dalam tim drag Anker Sport Hariots Feat Keyspeed IRC Lupromax.
Walau kerap melibas aspal panas, pemilik bintang Virgo dengan tulang pipi dan rahang yang khas di wajahnya ini ternyata juga berprofesi sebagai model sejumlah produk.

"Kegiatan lainnya, model. Jadi pas dua tahun berhenti (balap), sempat jadi model," yang mengaku bahkan sudah terjun di balap mulai SD ini karena setelah memulainya saat SMP kelas I, II, III, lalu SMA kelas I, ia sempat diminta berhenti balapan oleh keluarga saat SMA kelas II dan kelas III berhenti.
Sabrina pun di paddock kerap dipanggil "Oktane". Menurutnya nama itu diambil dari nama bengkel keluarganya. "Aku suka balap dari kecil sih. Keluarga dari kakak, adek, papah, mamah, semua suka otomotif. Jadi mau enggak mau kan ikut juga. Anak-anaknya suka balap-balapan. Balap liar, balap road race, balap drag," bebernya.
Prestasi pendidikan sejalan dengan kegitannya di lintasan. Maka dari itu pun dia diberi hadiah sepeda motor saat masuk SMP favorit.

Source

Spoiler for pic:


"Sesudah SD masuk SMP favorit, dikasih motor. Ya kita oprek bareng-bareng, setting, sambil balapan liar di Monumen Perjuangan di Bandung, dekat Gasibu. Ya kalau sekarang udah enggak bisa dipakai karena sudah dipagari," kekehnya.
Sabrina tercatat menang balap resmi juara 3 sebanyak dua kali. Di Senayan sekali, di Sentul, juara 4, dua kali. Juara 2 sekali. Juara dua di kelas standar. Juara 3, 4, 5 untuk matic 200 cc dan matic 155 cc.

"Kalau motor pertama yang dikasih Yamaha Mio. Tapi yang dipakai untuk balap pertama, motor Honda Supra X. Terus pakai Mio, terus pakai Ninja," ujarnya sambil bercerita pernah jatuh saat di Sentul, masuk ke kerikil-kerikil, dan pernah juga standing saat start.

Lucunya, walau garang di lintasan roda dua, Sabrina justru tidak pernah naik motor ke kampusnya di Universitas Maranatha.

"Kalau sehari-hari, enggak pernah naik motor. Bawa mobil sendiri atau dianter. Mobil kadang pakai Mercy E 320, kadang pakai (Toyota Corolla) DX," ucap penyuka Honda Estillo dan khususnya mobil-mobil tua seperti DX dua pintu ini.
Keluarga diakuinya mendukung dia dalam melibas lintasan. Mereka pun diakui kerap datang saat balapan.

Lalu lebih senang balap apa jadi model?
"Kalau tantangannya, ya lebih ke balap karena dari hati....
Kalau model, terlalu banyak. Kalau dari model, biasanya yang jadi, ya jadi. Kalau enggak ya...." ujarnya menganggap yang membaca pun mengerti.

Source

Spoiler for JANGANBUKA:

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.