Home » » Pertama Kali! Siaran Indonesia Berbahasa Inggris Mengudara di Selandia Baru

Pertama Kali! Siaran Indonesia Berbahasa Inggris Mengudara di Selandia Baru


Jakarta - Untuk pertama kalinya, siaran tentang Indonesia dalam bahasa Inggris mengudara di Selandia Baru. Siaran ini diluncurkan lewat Radio PLAINS FM 96,9 di kota Christchurch, Canterbury, Selandia Baru hari Sabtu ini (25/1/).

Ini merupakan siaran Indonesia perdana yang dikemas dalam tajuk "Indonesia goes into the Middle Earth". Siaran ini dikemas dalam obrolan informatif tentang Indonesia masa kini, berikut pemutaran musik dan lagu-lagu Indonesia yang mendapat sambutan cukup meriah.

Program siaran Indonesia berbahasa Inggris bagi warga negeri Kiwi ini terselenggara berkat kerjasama KBRI Wellington dengan masyarakat Indonesia (CIS-Canterbury Indonesia Society Inc) berikut PPI (Persatuan Pelajar Indonesia Canterbury) serta stasiun radio komunitas PLAINS FM 96,9.

Untuk tahap awal, program reguler siaran Indonesia ini dilakukan 2 minggu sekali dengan slot waktu masing-masing 1 jam. Program siaran Indonesia meliputi banyak hal dari berita ekonomi dan politik, pendidikan, sosial budaya, hingga bedah buku, film ataupun bencana alam, agar warga kedua negara semakin saling mengenal.

"Melalui radio komunitas FM 96,9 kita perdalam penyebarluasan informasi baik tentang Indonesia. Diseminasi informasi bagi warga setempat termasuk WNI di Canterbury tentang Indonesia melalui medium radio yang kredibel ini, tentu melengkapi maraknya komunikasi warga melalui media sosial. Perkembangan terbaru di tanah air, bisa lebih intens disosialisasikan," ujar Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Wellington, PLE Priatna menyambut diluncurkannya siaran Indonesia berbahasa Inggris ini.

Pihak Kementerian Urusan Etnik Selandia Baru pun menyambut terselenggaranya siaran Indonesia berbahasa Inggris ini.

"Saya menyambut baik peran aktif masyarakat Indonesia menyebarkan informasi di tengah warga Canterbury. Warga Indonesia telah menjadi bagian dari kemajuan Canterbury," tutur Belinda Chin asal Malaysia yang merupakan pejabat di Kementerian Urusan Etnik Selandia Baru.
Dalam rilis pers KBRI Wellington yang diterima detikcom, Sabtu (25/1/2014) disebutkan, stasiun radio PLAINS FM 96,9 dengan para pendengar yang luas ini, memiliki perhatian khusus menyiarkan kabar berita memperkenalkan kemajemukan negara asal, warga asing di kawasan pulau Selatan Selandia Baru ini.

Di media radio Selandia Baru ini tercatat ada 7 WNI yang bekerja sebagai kru termasuk penyiar. Mereka terdiri dari mahasiswa dan warga setempat.

Acara peluncuran perdana siaran Indonesia berbahasa Inggris yang disiarkan langsung hari ini dihadiri Jimmy Cho, pejabat Pemerintah Daerah Canterbury serta Nicki Reece, Direktur stasiun radio PLAINS FM 96,9.

Dipandu Shandy Asleigh dan Priscilia, mahasiswa Indonesia di Canterbury, pembukaan siaran Indonesia diluncurkan di stasiun radio FM Plains 96,9 yang berada di sudut 154 Madras Street, Chrischurch yang cukup mewah ini pada pukul 11-12 siang waktu setempat.

Berlinda Chin, Manajer Kerjasama Budaya Etnik - Kantor Kementerian Urusan Etnik dan Deborah Lam, Penasehat Senior Urusan Kemajemukan Etnik Kantor Kementerian Urusan Etnik Selandia Baru, serta PLE Priatna, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Wellington diundang menjadi pembicara dalam obrolan siaran perdana di kota Christchurch tersebut.

Siaran Indonesia ini juga menjadi ajang pengantar rencana dibukanya program pengajaran bahasa Indonesia bagi warga Selandia Baru pada 8-9 Februari mendatang.

Di tengah masyarakat Canterbury yang majemuk berkarakter pluralistik ini, kiranya Bahasa Indonesia mendapat perhatian dan cukup diminati masyarakat Canterbury ini.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.