Home » » Balaji, Bocah `Berbuntut`, Dianggap Reinkarnasi Dewa Monyet

Balaji, Bocah `Berbuntut`, Dianggap Reinkarnasi Dewa Monyet



Balaji, bocah laki-laki berusia 12 tahun, terlahir dengan 'buntut' yang dianggap suci pada bagian punggung bawahnya.

Berkat keunikannya itu, Balaji pun diagungkan dan dianggap sebagai dewa. Saat ini ia tinggal bersama kakek-neneknya dekat Chandigarh, India.

Pengikutnya pun berduyun-duyun ke kuil Arshid Ali Khan, tempat Balaji biasa berdiam diri. Mereka sering meninggalkan uang tunai atau hadiah, sebagai imbalan atas berkah yang mereka anggap diturunkan Tuhan melalui Bajali.

Mereka percaya, anak muda itu --Balaji-- adalah reinkarnasi dari dewa monyet Hanuman. Namun, tak demikian menurut hasil analisa dokter. Demikian seperti dimuat The Sun, Selasa (22/7/2013).

Dokter mengatakan Bajali mengalami meningocele, atau kelainan bentuk tulang dengan nama latin spina bifida. Kelainan itu terjadi karena sumsum tulang belakang berkembang tak normal.

"Aku suka ekorku. Ini adalah hadiah dari Tuhan. Ini tidak biasa, tapi orang-orang menghormatiku dan bersujud di hadapanku karenanya. Aku merasa istimewa," tutur Bajali.

Dokter mengatakan, jika pertumbuhan 'buntut suci' Bajali tidak dihilangkan, akan mempengaruhi pertumbuhan kakinya. Kemungkinan kakinya akan berkembang bengkok.


Kelainan

Dari sisi kedokteran, hal yang dialami oleh Balaji bisa dijelaskan. Ia mengalami spina bifida, yakni kondisi yang terjadi ketika janin berkembang di dalam rahim dan tulang belakangnya tidak bentuk sempurna dengan benar (cacat tabung saraf). Beberapa vertebra (ruas tulang di tulang belakang) tidak menutup untuk membentuk lingkar normal di sekitar sumsum tulang belakang.

Anak yang lahir dengan spina bifida kemungkinan memiliki gangguan sistem saraf, seperti mengalami hidrosefalus atau malformasi Chiari.

Malformasi Chiari adalah sebuah penyakit langka dengan bagian tengkorak yang berisi otak kecil keluar dari tengkorak dan masuk ke dalam kanal tulang belakang. Kondisi itu mempengaruhi bagian otak yang mengatur emosi, sistem pernafasan, sirkulasi, dan mengganggu tidur karena bagian tengkorak belakang tertekan.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.