Home » » Mimpi Bertemu Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam ?

Mimpi Bertemu Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam ?

Mimpi Bertemu Nabi Shalallahu �Alaihi wa Sallam ?

Sering kita dengar ada sebagian orang yang bermimpi melihat Nabi shallallahu �alaihi wasallam dan juga banyak bentuk penyimpangan dalam masalah bermimpi bertemu Rasulullah Shallallahu�alaihi wa sallam yang sering kita temui dalam kehidupan kita.

Seperti ada yang mengaku mimpi bertemu Nabi dengan pengakuan dusta sebagai modal untuk mengelabui orang dan mencari popularitas di kalangan pengikutnya. Padahal, ia sama sekali tidak bermimpi melihat Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam.

Sebagian lagi, ada yang mengaku menerima ajaran tertentu atau metode baru dalam beribadah saat bermimpi bertemu Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam.

Dan sebagian yang lagi mengaku mendapat do'a atau dzikir dan salawatan tertentu dalam mimpi bertemu Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam.

Dan ada pula yang bermimpi sekedar melihat seseorang berpakaian serba putih dan pakai surban, sudah langsung diprediksi bahwa ia bermimpi melihat Nabi.

Dan ada lagi yang melakukan wirid-wirid tertentu untuk bermimpi bertemu Nabi, padahal tidak pernah ada anjuran atau tuntunannya dalam syari'at.

Atau menganggap orang yang mimpi bertemu Nabi berhak di klaim sebagai wali, serta dapat memberi berkah. Atau setelah bermimpi, mengaku bertemu dengan Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam dalam keadaan terjaga.

Agar kita selamat dari penyimpangan-penyimpangan ini. Maka selayaknya kita menyimak penjelasan Ulama tentang hal ini? Oleh sebab itu, bahasan kali ini sengaja mengangkat seputar pembahasan mimpi bertemu Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam.

Jika ada seseorang yang mengaku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad Shallallahu�alaihi Wasallam, maka ada hal-hal yang harus ditanyakan dulu kepadanya, yaitu :

1. Apakah ia pernah bertemu dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebelumnya? sehingga ia tahu persis ciri-ciri fisik Nabi shallallahi 'alaihi wa sallam?

Tahukah ia bagaimana ciri-ciri fisik,Nabi Muhammad Shallallahu�alaihi Wasallam ?

bahwa seseorang mungkin untuk mimpi bertemu Nabi shallallahu �alaihi wa sallam. Karena setan tidak mampu meniru wajah beliau dan menampakkan diri dalam mimpi dalam rupa beliau.

Sebagaimana dinyatakan dalam hadist dari Abu Hurairah radhiallahu�anhu bahwa Nabi shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,

�� رآ�� �� ا���ا� ��د رآ�� �إ� ا�ش�طا� �ا �تخ�� ب�

�Siapa yang melihatku dalam mimpi, dia benar-benar melihatku. Karena setan tidak bisa MENYERUPAIKU.� (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Qotaadah radhiallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

��إ���� ا�ش����ط�ا�� �ا� ��ت�ر�اء�� ب��
"Dan sesungguhnya syaitan tidak bisa menampakkan dirinya dengan rupaku" (HR Al-Bukhari no 6995)

ع��� أ�ب�� ��ر���ر�ة� ع��� ا����ب���� ص����� ا������ ع������� ��س������ ��ا�� : ������ ر�آ��� ��� ا������ا�� ����د� ر�آ��� ح����ا ��إ���� ا�ش����ط�ا�� ��ا ��ت���ث���� ��� ص��ر�ت�� ������ ��ذ�ب� ع������ ��ت�ع����د�ا ������ت�ب����أ� ����ع�د��� ���� ا����ار�

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh ia telah melihatku secara benar. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupai bentukku. Barangsiapa yang berdusta atasku secara sengaja maka ia telah mengambil tempat duduk dalam neraka". [HR Bukhâri dan Muslim]

=======
Maka siapapun yang memperhatikan hadits ini, tentu akan menemukan beberapa hal. Di antaranya:

1. Syaithan tidak mungkin menyerupai Nabi shallallahu �alaihi wasallam.

Karena Nabi shallallahu �alaihi wasallam mengatakan:

"Setan tidak bisa MENYERUPAIKU"... tetapi tidak mengatakan: "Setan tidak bisa MENGAKU sebagai AKU"

Sehingga bisa jadi SETAN menampakkan dirinya sebagai SEORANG yang TAMPAN dg muka BERCAHAYA tapi tidak menyerupai Nabi, lalu MENGAKU dirinya NABI, padahal itu sebenarnya setan.

Karena syaithan sangat ahli berdusta, namun dia tidak mampu menyerupai Nabi shallallahu �alaihi wasallam. Oleh karenanya, tidak semua orang yang mengaku bermimpi melihat Nabi boleh kita percaya.

Kita hanya bisa membenarkannya bila sifat orang yang dilihatnya, sesuai dg sifat Beliau -shollallohu alaihi wasallam- sebagaimana disebutkan dalam banyak hadits yang Shahih maka sungguh ia telah benar melihat Nabi, karena syaitan tidak bisa meniru Nabi dan tidak bisa menampakkan dirinya dengan rupa Nabi.

Oleh sebab itu, sebagian para Sahabat dan tabi'în jika ada seseorang mengaku mimpi bertemu Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam mempertanyakan ciri-ciri sifat fisiknya.

Sebagaimana Ibnu Hajar menyebutkan sebuah riwayat dengan sanad yang shahîh dari Ibnu Sirîn rahimahullah :

Riwayat ini juga telah diriwayatkan dengan sanad bersambung oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar :

��ا�� ��ح����د� ب��� س���ر���� إ�ذ�ا ��ص�� ع������� ر�ج��� أ������ ر�أ�� ا����ب���� ص�� ا��� ع��� � س�� ��ا�� : ص��� ��� ا���ذ�� ر�أ���ت���� ��إ��� ��ص��� ���� ص���ة� �ا� ��ع�ر�����ا ��ا�� : ���� ت�ر���

Adalah Muhammad bin Sirin jika ada seseorang menceritakan bahwa ia melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (dalam mimpi), maka Ibnu Sirin berkata, "Sebutkanlah ciri-ciri orang yang kau lihat dalam mimpimu". Jika ternyata ia menyebutkan sifat-sifat (ciri-ciri) yang tidak diketahui oleh Ibnu Sirin maka Ibnu Sirin berkata, "Engkau tidak melihat Nabi" (Fathul Baari 12/384, dan Ibnu Hajar berkata, "Sanadnya shahih")

Berikutnya Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan pula riwayat dari Ibnu Abbas Radhyallahu anhu yang dengan sanad yang Jayyid; Ibnu Kulaib berkata: "Aku katakan pada Ibnu Abbâs: "Aku melihat Nabi Shallallahu �alaihi wa sallamdalam mimpi!"

Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu berkata: "Sebutkanlah ciri sifat-sifatnya padaku!" Ibnu Kulaib berkata : "Aku sebutkan Hasan bin Ali, lalu aku serupakan dengannya." Ibnu Abbâs Radhiyallahu anhu berkata : "Sungguh engkau telah melihatnya" " [Lihat, Fathul Bâri: 12/384.]

=========

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa mengenal ciri fisik Nabi shallallahu �alaihi wa sallam agar tidak ditipu setan?

Tidak ada cara lain untuk bisa mengetahui ciri fisik beliau, selain dengan membaca hadis-hadis dan keterangan sahabat yang menceritakan ciri-ciri fisik Nabi shallallahu �alaihi wa sallam.

Sebagaimana yang kita pahami, tidak ada manusia yang catatan sejarahnya paling lengkap, melebihi sejarah Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam. Dan ini bagian dari jasa besar para sahabat yang menceritakan segala sesuatu terkait beliau. Bahkan sampai bentuk rambut, gerakan jenggot, perkiraan jumlah uban, tinggi badan, postur tubuh, cara jalan, dan seterusnya.

Di antara beberapa kitab yang mengenai ciri fisik Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam, kitab syamail karya Imam Tirmidzi yang paling terkenal dan banyak mendapatkan perhatian para ulama .

Para ulama setelah beliau, ada yang meringkas dan ada yang memberi penjelasan (Salah satunya yang sudah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia Yaitu Buku Imam At-Tirmidzi Figur Rasulullah Pustaka As-Sunnah).

==========

Penggalan akhir dari hadits di atas terdapat larangan sekaligus ancaman bagi orang yang berbohong atau berdusta dalam hal mimpi bertemu Nabi Shallallahu �alaihi wa sallam. Oleh sebab itu, Rasulullah Shallallahu�alaihi wa sallam menutup hadits tentang mimpi tersebut dengan sabda beliau "Barangsiapa yang berdusta atasku secara sengaja maka ia telah mengambil tempat duduk dalam neraka".

=========
Lanjut dibawah

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.