Home » » Pelemahan Polisi, Pelemahan Negara

Pelemahan Polisi, Pelemahan Negara

Dua puluh orang berambut cepak melakukan perusakan dua pos polisi di kawasan Kebayoran, Jakarta. Seorang anggota Brigade Mobil tewas ditembak di Makassar, ketika hendak melaksanakan Shalat Subuh.

Bukan pertama kali memang kejadian penyerangan kepada polisi terjadi. Bahkan pernah ada serangkaian serangan dilakukan dengan target aparat. Kemudian kita tahu bahwa aksi itu dilakukan oleh kelompok teroris.

Kita teringat apa yang terjadi di Eropa Timur. Pecahnya negara-negara di sana diawali dengan pelemahan terhadap institusi negara. Yang namanya polisi dan tentara dibuat lemah, setelah itu negara mereka tercerai-berai.

Sepantasnya kita belajar dari pengalaman mereka. Kebebasan yang kita rasakan tidak boleh membuat bangsa ini lepas kendali. Yang namanya ketertiban umum harus kita jaga.

Demokrasi bukan berarti kita bebas sebebas-bebasnya. Kita tetap terikat pada aturan bersama yang harus dihormati. Penghormatan terhadap hukum harus menjadi pijakan dalam menjalani kehidupan.

Penghormatan kita terhadap hukum salah satunya dicerminkan dengan penghormatan kita kepada aparat. Kita harus patuh kepada aparat penegak hukum dan tidak boleh melawan kepada mereka.

Di negara yang sistem demokrasinya matang, maka warga tidak pernah berani untuk melawan kepada aparat ketika mereka sedang menjalankan tugas. Hukuman kepada mereka yang melawan kepada aparat akan berlipat ganda dibandingkan ketika dilakukan kepada warga biasa.

Sebagai manusia biasa, aparat penegak hukum tentu bisa berbuat salah. Namun kekurangan yang ada pada aparat penegak hukum bukan berarti kemudian kita boleh berbuat semaunya kepada mereka. Negara ini akan kacau kalau kemudian tidak ada penghormatan kepada aparat penegak hukum.

Untuk itulah aparat penegak hukum pun memiliki kode etik terhadap profesi mereka. Para pimpinan aparat penegak hukum harus menjaga tingkat laku para anggotanya. Mereka langsung menghukum keras anggotanya yang melakukan pelanggaran hukum.

Aparat penegak hukum yang melakukan pelanggaran hukum harus dikenai hukuman yang lebih berat. Sebab, mereka seharusnya menjadi contoh di dalam penghormatan terhadap hukum.

Penegakan etika profesi aparat penegak hukum dilakukan dengan keras karena kredibilitas dan integritas mereka harus dijaga. Sekali kredibilitas dan integritas itu terpuruk, maka tidak ada lagi penghormatan terhadap hukum.

Perusakan terhadap sistem hukum di negara ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat. Aparat penegak hukum sendiri seringkali merusak citra dirinya dengan perilaku yang tidak pantas.

Kalau kita sedang menghadapi pelemahan terhadap negara ini, maka hal tersebut dilakukan oleh kita secara bersama. Masyarakat tidak lagi memberi penghormatan kepada hukum, aparat penegak hukum pun mencederai martabatnya dengan menjadikan hukum sebagai komoditas.

Kita mengingatkan semua pihak untuk menata kembali kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Kalau kita biarkan pelemahan kepada aparat, baik yang dilakukan masyarakat maupun aparat sendiri, maka kita akan menghadapi kekacauan. Kalau kekacauan terus dibiarkan, maka salah-salah eksistensi negara ini yang akan dikorbankan. Itu dialami negara-negara Eropa Timur yang terpecah-pecah.

Oleh karena itu, kita tidak boleh terus membiarkan penyerangan kepada polisi berlanjut. Tindakan itu sungguh tidak akan menguntungkan bagi kita semua. Tentunya polisi pun harus mau melakukan instrospeksi dan memperbaiki diri, mengapa mereka menjadi musuh masyarakat. Hanya dengan itu kita akan bisa memperbaiki negara ini.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.