Home » » Punya `Buntut` 36 Cm, Chandre Disembah Bak Dewa

Punya `Buntut` 36 Cm, Chandre Disembah Bak Dewa



Pria ini terlahir dengan buntut sepanjang 36 centimeter yang tumbuh dari punggungnya. Namun pria bernama Chandre Oraon itu adalah orang pertama yang mengakui kehidupan dengan 'ekor' itu jauh dari mudah

Kendati demikian, pria yang berprofesi sebagai pemetik teh ini mengaku tidak akan mengubah kenyataan. Seperti dikutip Liputan6.com dari News.com.au Senin (10/2/2014), ia justru akan menikmati status seperti 'Dewa'. Meskipun hal itu begitu dibenci istrinya.

Ya, keberadaan buntut itu membuat Chandre disembah oleh ratusan pengikut di India. Mereka berpikir Chandre adalah Dewa Monyet.

"Beberapa orang Hindu melihat ekor sebagai keberuntungan dan percaya itu pertanda dia adalah inkarnasi dari Dewa Monyet yang dikenal sebagai Hanuman," demikian laporan Barcroft TV.

Tetapi istri Chandre, Maino mengatakan sangat sulit baginya menjalani hidup dengan suaminya itu. Tidak mudah menikah dengan 'Dewa' yang hidup, sebab dia harus banyak berkompromi.

"Dia tidak terlihat baik. Ibu saya dan ayah saya meninggal ketika saya masih muda. Jadi saudara-saudara saya ingin saya untuk menikah. Jadi saya harus berkompromi dan akhirnya menikah dengannya," beber Maino.

Pengikut yang melakukan perjalanan untuk melihat Chandre di Desa Bengal Barat percaya dia bisa menyembuhkan penyakit dan karena diberkati.

Namun para ahli mengatakan 'ekor' Chandre bukanlah hadiah dari Tuhan, melainkan cacat bawaan sejak lahir. "Meski ia mungkin bisa memanjat pohon, Chandre hanyalah manusia normal yang memiliki cacat bawaan," tegas petugas medis setempat, Bhushan Chakrabort, kepada The Indian Express.

Para ahli kesehatan lain juga mengatakan hal serupa. Menurut mereka, ekor Chandra dikenal dengan sebutan spina bifida, suatu kondisi di mana tulang belakang gagal menutup dengan benar.

Dalam beberapa kasus, keberadaan ekor itu bisa dibuang. Tetapi Chandre menegaskan akan mempertahankannya. Meskipun ia diganggu dan diejek sejak kecil.

"Aku akan senang membangun sebuah kuil untuk menampung ratusan pengikutnya, tapi tidak bisa membelinya," ungkap Chandre.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.